Saturday, May 3, 2014

Dentang KedatanganNya

Matius 24:37-44
★ Pekerja2 di Worseley, Inggris, menyetel jam agar berdentang 13x saat jam menunjukkan pukul 1! Alasannya karena mereka tdk dengar jika hanya berdentang 1x saja, dan akan membuat mereka mengabaikannya dan malas2an
★ Seringkali kita sebagai manusia mengalami hal sprt itu. Kita tdk lg peka dengan suara Allah. Kita mengira Allah tdk berbicara pd kita, tdk lg peduli dgn kita, pdhl Allah selalu bicara pd kita lewat FirmanNya! 
★ Kita jg sering mengabaikan tanda2 kedatangan Tuhan Yesus yg kedua yg tertulis di firmanNya. Kita terlalu cuek, dan malas2an untuk 'berjaga2'
★ Kita tdk perlu mjd seperti pekerja2 Worseley utk mengasah kepekaan kita. Jika kita tau firman, rajin dan memang bnr2 mengerti akan firman dan membangun hub. pribadi dgn Allah, kita pasti tdk akan cuek dan tau perintahNya.
★ Untuk menyadari kedatanganNya yang kedua kali, tak diperlukan dentang lonceng yang lebih keras, tapi diperlukan telinga dan hati yang lebih peka.

Peringatan Tuhan
Scr tdk langsung → nasehat utk berjaga2! Rajin baca firman dan doa, krn itulah dmn kita bisa mendengar suara Allah.

Komitmen
Akhir2 ini kamu kurang peka sm Tuhan. Inget!!! Tuhan selalu 'bicara' sm kamu lewat tiap berkat yg udah Dia berikan waktu kamu menghadapi sesuatu, lewat tiap kerinduanmu utk menyembahNya. Peka!!!! Akankah kamu ttp mengabaikannya dan malas2an? Respect.



Adopted from: www.renungan-spirit.com/renungan-kristen.html dengan ringkasan seperlunya.

Friday, May 2, 2014

Sebuah Pengharapan

I Tesalonika 4:13-18
"Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan."- I Tesalonika 4:17
Kedatangan Yesus yang kedua kali akan segera tiba. Bagaimana perasaan Anda mendengar pernyataan ini? Berbagai macam perasaan ditunjukkan ketika mendengar berita tentang kedatangan Yesus yang kedua kali. Sebagian besar dari antara kita mungkin memiliki perasaan tidak enak. Kita masih hidup dalam dosa. Kesalahan kita akan terungkap. Rahasia-rahasia yang selama ini kita sembunyikan dengan rapat akan dibeberkan. Topeng-topeng rohani yang selama ini kita pakai akan segera dibuka. Apalagi kalau kita terlanjur dikenal sebagai orang saleh, sementara hidup kita sebenarnya sangat bobrok.
Perasaan takut. Kita segera membayangkan munculnya seorang pemimpin baru yang adalah antikris. Belum lagi teror angka setan 666. Masa aniaya besar bagi orang Kristen. Perang Armagedon. Dunia akan kiamat dan hancur berkeping-keping. Semakin sering kita membaca penafsiran-penafsiran tentang keadaan akhir zaman, semakin kuat perasaan takut mencekam. Beberapa lagi diantara kita mungkin akan bersikap cuek dan acuh. Mengapa harus memikirkan hal-hal yang tidak pasti? Kalau Yesus benar datang, ya bagus. Kalau tidak, juga tidak apa. Sebagian lagi mungkin merasa kecewa. Ah, aku ‘kan belum menikah. Aku ‘kan baru saja mencapai puncak karir, masa posisi bagus ini harus diakhiri secepat itu? Atau jika Anda termasuk orang yang sangat ekstrem, mungkin Anda akan langsung menjual seluruh harta Anda dan memilih mengungsi ke gunung-gunung untuk menyambut kedatangan-Nya.Saya tawarkan satu pilihan lagi, sebuah pengharapan. Membayangkan bahwa kedatangan Yesus adalah hal yang sangat menyenangkan. Bertemu muka dengan muka dengan Juru Selamat kita. Mengalami pengangkatan dan bebas dari penderitaan dunia. Segera mengalami kemuliaan kekal yang sangat indah. Seandainya kita selalu berjaga-jaga, tentu berita kedatangan Yesus yang kedua kali tidak akan menggentarkan kita, sebaliknya menjadi pengharapan dan sukacita besar bagi kita. Maranatha, Yesus datanglah!
Jika Anda selalu berjaga-jaga dan dalam keadaan siap, berita kedatangan Yesus yang kedua kali akan menjadi pengharapan bagi Anda.


Adopted from: www.renungan-spirit.com/renungan-kristen.html

Sunday, April 27, 2014

Seorang Ayub

Ayub 1:1-22
★ Belajar dr sosok ayub yg meskipun dlm penderitaannya, ia ttp memuliakan Allah
★ Ayub -> sekalipun badai datang bertubi-tubi, ia justru memunculkan kualitas iman yang sebenarnya
★ Tuhan mengizinkan cobaan bkn utk membuat kita menderita, tp utk mengembangkan kualitas iman kita
★ Percaya dgn Tuhan Yesus tidak menjamin jalan kita menjadi luruussss dan mudahhhh. Tp menjamin bhw Ia selalu menyertai kita wlpn penderitaan sekalipun
★ Seringkali kita keburu nyalahin Tuhan waktu dapet masalah. Tp kita sndr gak prnah introspeksi. Kadang, tanpa sadar yg membuat masalah itu kita sendiri
★ Bila Tuhan mengizinkan sesuatu trjadi pd diri kita, pastilah itu akan berakhir dgn sangat baik. Dengan happy ending. Tinggal kita mau gak ttp setia sm Dia kyk ayub?
★ Kualitas iman tdk dilihat dr sbrp sering kita ke greja. Tp dr kesetiaan kita pd Tuhan kapanpun
★ Apakah hari ini kita juga sedang diproses Tuhan dengan penderitaan-penderitaan yang kita alami? Jangan sampai kita berontak dan meninggalkan Tuhan. Jaga lidah kita dari umpatan, keluhan atau bahkan kata-kata negatif sebagai reaksi kita atas semua penderitaan ini. Jika kita memiliki perspektif yang tepat seperti Ayub, percayalah bahwa apa yang hilang dari hidup kita juga akan dikembalikan oleh Tuhan pada akhirnya, bahkan dikembalikan secara berlimpah-limpah
★ Sikap dan reaksi kita terhadap penderitaan yang Tuhan itulah yang akan menentukan kualitas iman kita

♥ Janji Tuhan
Bahwa Tuhan itu ttp menyertai kita dan melihat kualitas iman kita lewat penderitaan yg kita alami. Jd jgn anggap remeh penderitaan!
Komitmen
Tetap bersyukur. Intropeksi, mslh yg km dpt itu apakah krn keteledoranmu sndiri. Percaya bhw Tuhan mu itu lebih besar!

Tuesday, March 4, 2014

KPR GKI AG

  Seru. Itu yang selalu aku rasain tiap lagi kumpul bareng mereka. Yap, KPR (Komisi Pemuda/Remaja) adalah salah satu komisi di GKI (Gereja Kristen Indonesia) yang beranggotakan remaja kelas 9 sampai pemuda yang sudah kuliah, bahkan kerja. Sementara AG, adalah plat nomor Kediri. 
  Aku menyebut KPR sebagai tempat dimana aku pertama kali berani bertumbuh, dan menyesuaikan karakterku dengan orang lain. Di sinilah pertama kali aku berani melayani Tuhan di bidang musik; piano.
  Sebelumnya, aku dikenal sebagai orang yang pasif, pendiam, dan sulit diajak gila-gilaan bareng. Tapi setelah aku mengenal bocah-bocah KPR, aku mulai bisa mengendalikan sifat pendiamku. Awal aku bergabung di KPR, paling banter aku hanya mengenal Mas Bebe dan Mas Andreas. Itu pun mereka yang mengajakku ngobrol duluan. Beberapa lama kemudian, aku mulai mengenal Mas Agung, Mas Vembry yang lagi kerja di Kalimantan, Mas Wahyu, dan si kembar bersuara emas, Andy-Gary. Aku mulai belajar sifat 'gila' dari mereka. Aku juga mulai dijadwal untuk melayani di musik, atau pemandu pujian. Dengan itu pula aku mulai mengenal bocah KPR lainnya, seperti Mbak Yuni, Mbak Meti, Mbak Febye dari Toraja, Mbak Arde, (calon) pengantin Mbak Anggrek-Mas Yoyok, Mbak Amel, Mbak Dina, calon pendeta; Mas Yonathan, Mbak Moniq (kakak Andy-Gary yang lagi kuliah di Shanghai, Cina), dan banyak lagi. 
  3 tahun sudah aku bergabung di KPR. Mereka bagaikan 'media' yang membuatku lebih mengenal siapa diriku, dan peranku. Aku senang berkumpul dan bertumbuh secara iman bersama mereka, saat persekutuan doa, ibadah KPR, bahkan sewaktu main-main nggak jelas, ngobrol ngalor-ngidul dan bercanda bareng. Kalau aku beberapa hari aja nggak ke gereja, rasanya rindu banget *hahaha*. Rindu melayani Tuhan bareng mereka. Rindu ngobrol dan ketawa bareng mereka sehabis ibadah.
  Kalau lagi nginget-nginget momen-momen bareng KPR, rasanya aku pengen ngulang momen-momen itu. Rasanya bersyukur banget punya sahabat-sahabat seiman kayak mereka, yang gampang diajak bercanda. Bersyukur karena aku punya sebuah komunitas di dalam Tuhan yang istimewa banget{}
 
Seperempat dari anggota KPR, sehabis kebaktian pemuda BAMAG

Monday, February 17, 2014

Still...

Kamu menganggapku hanya sebatas yang bisa kamu lihat. Rasanya terlalu sekejap, terlalu rendah. Kamu tak pernah mencoba untuk bertanya dan menelaah. Bahkan diam sejenak pun tidak.
Aku pun telah lama menyadari. Bahwa aku bertindak seolah-olah telah menjauhimu, melupakanmu, namun di sisi lain, masih ada berbagai macam perasaan yang tersisa. Yang kamu tinggalkan. Masih ada rasa sakit ketika melihat satu sisi kehidupanmu bercerita tentangnya. Ketika kamu membohongiku dengan beribu alasan. 


Kamu terlalu mudah untuk melupakan dan berubah.


Maaf, aku telah mengacaukan hari-hari barumu dengannya dengan kehadiranku kembali. Aku hanya...takut.
Dan kamu, tak pernah sekalipun menyadari semuanya. Menyadari tentang dirimu sendiri, dan tentangku. Atau mungkin belum.

Dan suatu saat, aku yakin bahwa kamu akan kembali menyadari, bahwa aku tetap sama seperti yang pernah kau katakan dulu. 


Walaupun mungkin aku telah benar-benar melupakanmu saat itu. Yah, kuharap.











Wednesday, December 12, 2012

Kita Pasti Kembali


  Masa SMP itu tidak panjang, kawan. Masa SMP itu singkat. Sangat singkat. 
  Dunia memang aneh, kawan. Kebaikan ditangisi, namun kejahatan yang telah terungkap akan ditertawakan. Kebahagiaan akan menjadi haru--ditangisi. Tapi kesedihan? Akan ditertawakan di masa depan. 
  Aku yakin, setiap masalah yang ada hanya akan membuat kita lebih dewasa. Hanya uji coba. Tak adakah dalam benakmu keinginan, kerinduan untuk mengembalikan semua seperti semula? Tak adakah? Dulu kita bersama! Ayolah, jangan terpengaruh dengan ombak. 
  
Tidak, tidak. Kita pasti akan kembali. Tidak ada yang bisa memecah kita. Kita bisa! Kita satu! Dan kelak kita akan selalu menang!
  
Karena aku yakin, kita akan menertawakan kesedihan kita, nanti.


  

 

Sunday, October 28, 2012

Intermezzo yang Emang Nggak Penting

  Hai, balik lagi setelah beberapa bulan nggak blogging lagi. Maklum yah kelas 9 udah mulai sibuk ulangan ini-itu yang sebenernya belum tentu dipake lagi waktu udah besar.
  Oke, sekarang aku bingung mau nulis apaan. Padahal dulu udah kebayang gitu mau nulis tentang apa. Kenapa mesti gitu ya? Pas lagi nggak buka blog, idenya muncul tanpa izin. Eh waktu lagi buka blog, tiba-tiba ngilang tuh ide! Bingung nih, kok bisa ya? 
  Apa memang kemampuan otak manusia di dunia ini mempunyai satu kelemahan yang wajib; MALAS? 
  Apa memang cuma Albert Einstein yang punya otak super? Sehingga manusia-manusia sekarang ini nggak kebagian 'super'nya itu? Jadi gampang lupa?


Atau....


  Yah tauk ah, yang jelas ini emang bener-bener nggak penting dan jelas bikin aku tambah bingung sendiri.



  -_________-