Friday, May 23, 2014

Hidup Baru dan Perubahannya

Roma 12:1-2 " Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu..."

♣ Hidup kita seperti brosur iklan produk kecantikan, yang nampilin 'before-after' yang tentu saja before-after itu ada perubahannya dan membuat orang lain tertarik. Kita bisa membuat orang tertarik pada Kristus lewat hidup kita. Seperti kita sebagai Anak Tuhan yang telah diberi hidup baru, seharusnya kita menampilkan sikap yang 'baru' juga.
♣ Sejak kita kenal Tuhan dan lahir baru, sikap hidup, tutur kata, perbuatan dan pemikiran kita jadi lebih indah dan nggak amburadul seperti dulu lagi. Perbedaan itu terpancar jelas dalam kehidupan kita. Tanpa perlu bersikap sok rohani pun, orang akan tau ada kemuliaan Tuhan terpancar dari hidup kita sehari-hari.
♣ Tapi perubahan itu tentu tidak bisa bila kita sendiri yang menentukan langkahnya. Sebaliknya, kita memohon pimpinan Tuhan untuk 'mengevaluasi' hidup kita.
♣ Kita harus melakukan Life CleanUp, di mana kita menyerahkan masa lalu kita, apa yang membuat kita merasa 'buruk' dan apa yang sia-sia dalam hidup kita kepada Tuhan.
♣ Minta Tuhan buat menyelidiki hati kita. "Selidikilah aku, ya TUHAN, dan ujilah aku, periksalah keinginan dan pikiranku." -Mazmur 26:2 (Terjemahan Bahasa Indonesia sehari-hari). Minta Tuhan menyelidiki motivasi kita, langkah kita selanjutnya.
♣ Intinya, karena kita telah ditebus dan diperbarui, maka berubahlah, dan serahkanlah!

Referensi catatan: www.renungan-spirit.com

Saturday, May 10, 2014

If This Was A Movie

Last night I heard my own heart beating
Sounded like footsteps on my stairs
Six months gone and I'm still reaching
Even though I know you're not there
I was playing back a thousand memories, baby
Thinking 'bout everything we've been through
Maybe I've been going back too much lately
When time stood still and I had you

Come back, come back, come back to me like
You would, you would if this was a movie
Stand in the rain outside 'til I came out
Come back, come back, come back to me like
You could, you could if you just said you're sorry
I know that we could work it out somehow
But if this was a movie you'd be here by now

I know people change and these things happen
But I remember how it was back then
Wrapped up in your arms and our friends were laughing
'Cause nothing like this ever happened to them,
Now I'm pacing down the hall, chasing down your street
Flashback to the night when you said to me,
"Nothing's gonna change, not for me and you
Not before I knew how much I had to lose"

Come back, come back, come back to me like
You would, you would if this was a movie
Stand in the rain outside 'til I came out
Come back, come back, come back to me like
You could, you could if you just said you're sorry
I know that we could work it out somehow
But if this was a movie you'd be here by now

If you're out there,
If you're somewhere,
If you're moving on,
I've been waiting for you.
Ever since you've been gone
I just want it back the way it was before.
And I just wanna see you back at my front door.
And I say

Come back, come back, come back to me like
You would before you said it's not that easy
Before the fight, before I locked you out
But I take it all back now

Come back, come back, come back to me like
You would, you would if this was a movie
Stand in the rain outside 'til I came out
Come back, come back, come back to me like
You could, you could if you just said you're sorry
I know that we could work it out somehow
But if this was a movie you'd be here by now

You'd be here by now
It's not the kind of ending you wanna see now
Baby, what about the ending
Oh, I thought you'd be here by now, whoa
Thought you'd be here by now

Saturday, May 3, 2014

Dentang KedatanganNya

Matius 24:37-44
★ Pekerja2 di Worseley, Inggris, menyetel jam agar berdentang 13x saat jam menunjukkan pukul 1! Alasannya karena mereka tdk dengar jika hanya berdentang 1x saja, dan akan membuat mereka mengabaikannya dan malas2an
★ Seringkali kita sebagai manusia mengalami hal sprt itu. Kita tdk lg peka dengan suara Allah. Kita mengira Allah tdk berbicara pd kita, tdk lg peduli dgn kita, pdhl Allah selalu bicara pd kita lewat FirmanNya! 
★ Kita jg sering mengabaikan tanda2 kedatangan Tuhan Yesus yg kedua yg tertulis di firmanNya. Kita terlalu cuek, dan malas2an untuk 'berjaga2'
★ Kita tdk perlu mjd seperti pekerja2 Worseley utk mengasah kepekaan kita. Jika kita tau firman, rajin dan memang bnr2 mengerti akan firman dan membangun hub. pribadi dgn Allah, kita pasti tdk akan cuek dan tau perintahNya.
★ Untuk menyadari kedatanganNya yang kedua kali, tak diperlukan dentang lonceng yang lebih keras, tapi diperlukan telinga dan hati yang lebih peka.

Peringatan Tuhan
Scr tdk langsung → nasehat utk berjaga2! Rajin baca firman dan doa, krn itulah dmn kita bisa mendengar suara Allah.

Komitmen
Akhir2 ini kamu kurang peka sm Tuhan. Inget!!! Tuhan selalu 'bicara' sm kamu lewat tiap berkat yg udah Dia berikan waktu kamu menghadapi sesuatu, lewat tiap kerinduanmu utk menyembahNya. Peka!!!! Akankah kamu ttp mengabaikannya dan malas2an? Respect.



Adopted from: www.renungan-spirit.com/renungan-kristen.html dengan ringkasan seperlunya.

Friday, May 2, 2014

Sebuah Pengharapan

I Tesalonika 4:13-18
"Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan."- I Tesalonika 4:17
Kedatangan Yesus yang kedua kali akan segera tiba. Bagaimana perasaan Anda mendengar pernyataan ini? Berbagai macam perasaan ditunjukkan ketika mendengar berita tentang kedatangan Yesus yang kedua kali. Sebagian besar dari antara kita mungkin memiliki perasaan tidak enak. Kita masih hidup dalam dosa. Kesalahan kita akan terungkap. Rahasia-rahasia yang selama ini kita sembunyikan dengan rapat akan dibeberkan. Topeng-topeng rohani yang selama ini kita pakai akan segera dibuka. Apalagi kalau kita terlanjur dikenal sebagai orang saleh, sementara hidup kita sebenarnya sangat bobrok.
Perasaan takut. Kita segera membayangkan munculnya seorang pemimpin baru yang adalah antikris. Belum lagi teror angka setan 666. Masa aniaya besar bagi orang Kristen. Perang Armagedon. Dunia akan kiamat dan hancur berkeping-keping. Semakin sering kita membaca penafsiran-penafsiran tentang keadaan akhir zaman, semakin kuat perasaan takut mencekam. Beberapa lagi diantara kita mungkin akan bersikap cuek dan acuh. Mengapa harus memikirkan hal-hal yang tidak pasti? Kalau Yesus benar datang, ya bagus. Kalau tidak, juga tidak apa. Sebagian lagi mungkin merasa kecewa. Ah, aku ‘kan belum menikah. Aku ‘kan baru saja mencapai puncak karir, masa posisi bagus ini harus diakhiri secepat itu? Atau jika Anda termasuk orang yang sangat ekstrem, mungkin Anda akan langsung menjual seluruh harta Anda dan memilih mengungsi ke gunung-gunung untuk menyambut kedatangan-Nya.Saya tawarkan satu pilihan lagi, sebuah pengharapan. Membayangkan bahwa kedatangan Yesus adalah hal yang sangat menyenangkan. Bertemu muka dengan muka dengan Juru Selamat kita. Mengalami pengangkatan dan bebas dari penderitaan dunia. Segera mengalami kemuliaan kekal yang sangat indah. Seandainya kita selalu berjaga-jaga, tentu berita kedatangan Yesus yang kedua kali tidak akan menggentarkan kita, sebaliknya menjadi pengharapan dan sukacita besar bagi kita. Maranatha, Yesus datanglah!
Jika Anda selalu berjaga-jaga dan dalam keadaan siap, berita kedatangan Yesus yang kedua kali akan menjadi pengharapan bagi Anda.


Adopted from: www.renungan-spirit.com/renungan-kristen.html

Sunday, April 27, 2014

Seorang Ayub

Ayub 1:1-22
★ Belajar dr sosok ayub yg meskipun dlm penderitaannya, ia ttp memuliakan Allah
★ Ayub -> sekalipun badai datang bertubi-tubi, ia justru memunculkan kualitas iman yang sebenarnya
★ Tuhan mengizinkan cobaan bkn utk membuat kita menderita, tp utk mengembangkan kualitas iman kita
★ Percaya dgn Tuhan Yesus tidak menjamin jalan kita menjadi luruussss dan mudahhhh. Tp menjamin bhw Ia selalu menyertai kita wlpn penderitaan sekalipun
★ Seringkali kita keburu nyalahin Tuhan waktu dapet masalah. Tp kita sndr gak prnah introspeksi. Kadang, tanpa sadar yg membuat masalah itu kita sendiri
★ Bila Tuhan mengizinkan sesuatu trjadi pd diri kita, pastilah itu akan berakhir dgn sangat baik. Dengan happy ending. Tinggal kita mau gak ttp setia sm Dia kyk ayub?
★ Kualitas iman tdk dilihat dr sbrp sering kita ke greja. Tp dr kesetiaan kita pd Tuhan kapanpun
★ Apakah hari ini kita juga sedang diproses Tuhan dengan penderitaan-penderitaan yang kita alami? Jangan sampai kita berontak dan meninggalkan Tuhan. Jaga lidah kita dari umpatan, keluhan atau bahkan kata-kata negatif sebagai reaksi kita atas semua penderitaan ini. Jika kita memiliki perspektif yang tepat seperti Ayub, percayalah bahwa apa yang hilang dari hidup kita juga akan dikembalikan oleh Tuhan pada akhirnya, bahkan dikembalikan secara berlimpah-limpah
★ Sikap dan reaksi kita terhadap penderitaan yang Tuhan itulah yang akan menentukan kualitas iman kita

♥ Janji Tuhan
Bahwa Tuhan itu ttp menyertai kita dan melihat kualitas iman kita lewat penderitaan yg kita alami. Jd jgn anggap remeh penderitaan!
Komitmen
Tetap bersyukur. Intropeksi, mslh yg km dpt itu apakah krn keteledoranmu sndiri. Percaya bhw Tuhan mu itu lebih besar!

Tuesday, March 4, 2014

KPR GKI AG

  Seru. Itu yang selalu aku rasain tiap lagi kumpul bareng mereka. Yap, KPR (Komisi Pemuda/Remaja) adalah salah satu komisi di GKI (Gereja Kristen Indonesia) yang beranggotakan remaja kelas 9 sampai pemuda yang sudah kuliah, bahkan kerja. Sementara AG, adalah plat nomor Kediri. 
  Aku menyebut KPR sebagai tempat dimana aku pertama kali berani bertumbuh, dan menyesuaikan karakterku dengan orang lain. Di sinilah pertama kali aku berani melayani Tuhan di bidang musik; piano.
  Sebelumnya, aku dikenal sebagai orang yang pasif, pendiam, dan sulit diajak gila-gilaan bareng. Tapi setelah aku mengenal bocah-bocah KPR, aku mulai bisa mengendalikan sifat pendiamku. Awal aku bergabung di KPR, paling banter aku hanya mengenal Mas Bebe dan Mas Andreas. Itu pun mereka yang mengajakku ngobrol duluan. Beberapa lama kemudian, aku mulai mengenal Mas Agung, Mas Vembry yang lagi kerja di Kalimantan, Mas Wahyu, dan si kembar bersuara emas, Andy-Gary. Aku mulai belajar sifat 'gila' dari mereka. Aku juga mulai dijadwal untuk melayani di musik, atau pemandu pujian. Dengan itu pula aku mulai mengenal bocah KPR lainnya, seperti Mbak Yuni, Mbak Meti, Mbak Febye dari Toraja, Mbak Arde, (calon) pengantin Mbak Anggrek-Mas Yoyok, Mbak Amel, Mbak Dina, calon pendeta; Mas Yonathan, Mbak Moniq (kakak Andy-Gary yang lagi kuliah di Shanghai, Cina), dan banyak lagi. 
  3 tahun sudah aku bergabung di KPR. Mereka bagaikan 'media' yang membuatku lebih mengenal siapa diriku, dan peranku. Aku senang berkumpul dan bertumbuh secara iman bersama mereka, saat persekutuan doa, ibadah KPR, bahkan sewaktu main-main nggak jelas, ngobrol ngalor-ngidul dan bercanda bareng. Kalau aku beberapa hari aja nggak ke gereja, rasanya rindu banget *hahaha*. Rindu melayani Tuhan bareng mereka. Rindu ngobrol dan ketawa bareng mereka sehabis ibadah.
  Kalau lagi nginget-nginget momen-momen bareng KPR, rasanya aku pengen ngulang momen-momen itu. Rasanya bersyukur banget punya sahabat-sahabat seiman kayak mereka, yang gampang diajak bercanda. Bersyukur karena aku punya sebuah komunitas di dalam Tuhan yang istimewa banget{}
 
Seperempat dari anggota KPR, sehabis kebaktian pemuda BAMAG

Monday, February 17, 2014

Still...

Kamu menganggapku hanya sebatas yang bisa kamu lihat. Rasanya terlalu sekejap, terlalu rendah. Kamu tak pernah mencoba untuk bertanya dan menelaah. Bahkan diam sejenak pun tidak.
Aku pun telah lama menyadari. Bahwa aku bertindak seolah-olah telah menjauhimu, melupakanmu, namun di sisi lain, masih ada berbagai macam perasaan yang tersisa. Yang kamu tinggalkan. Masih ada rasa sakit ketika melihat satu sisi kehidupanmu bercerita tentangnya. Ketika kamu membohongiku dengan beribu alasan. 


Kamu terlalu mudah untuk melupakan dan berubah.


Maaf, aku telah mengacaukan hari-hari barumu dengannya dengan kehadiranku kembali. Aku hanya...takut.
Dan kamu, tak pernah sekalipun menyadari semuanya. Menyadari tentang dirimu sendiri, dan tentangku. Atau mungkin belum.

Dan suatu saat, aku yakin bahwa kamu akan kembali menyadari, bahwa aku tetap sama seperti yang pernah kau katakan dulu. 


Walaupun mungkin aku telah benar-benar melupakanmu saat itu. Yah, kuharap.