Saturday, July 14, 2018

It Wasn't an April Mop!

Enjoy your reading with this music! ☺

---

Sejak beberapa hari lalu, Alvin bersikap menyebalkan. Seringkali tertawa tiba-tiba. Tiap kali aku bertanya, ia hanya menjawab, "besok aja aku kasih tau,", lalu mengalihkan pembicaraan. Yah, aku paham benar, laki-laki yang sudah beberapa bulan dekat denganku ini memang tidak pernah tidak menyebalkan. Tapi kali ini aku benar-benar kesal padanya. Entah apa yang membuatnya bersikap seperti itu.


Tuesday, June 19, 2018

Usia Indah

Sebuah hasil catatan dari pemberitaan Firman yang dibawakan oleh Pdt. Budi Bunarto dalam ibadah pemuda remaja GKI Kediri yang kuikuti, pada hari Minggu, 17 Juni 2018.

Sunday, May 20, 2018

Teror Bom: Sebuah Pesan Tersembunyi


Hari ini, tepat satu minggu setelah terjadinya suatu kejadian mengejutkan, dan mengerikan bagi sebagian orang di Surabaya. Terjadinya bom bunuh diri di tiga gereja dan Polrestabes Surabaya. Kejadian itu, puncak kesedihan dan ketakutan kami. Kejadian yang menimbulkan trauma bagi beberapa orang. Kejadian yang tanpa sadar mengikis kepercayaan kami terhadap orang lain.

Saturday, April 7, 2018

Cara Merasa

Sore hari, sekitar pukul empat. Aku lupa hari apa saat itu, mungkin Rabu. Tidak lama setelah kepulangan si pacar dari rumahku. 

Friday, February 2, 2018

Respect








Everybody is different
Everybody is unique
They have their own way to do things
Their own way of behaving
Their own way to relieve stress
Even their own way to restore their emotional balance


We don’t know what they’ve been through, what they’ve been thinking, what has ruined their mind, or frustrated them. We don’t even know what they have striven for.
We shouldn’t—no, we CAN’T judge them only from our perspective, just because they have different behavior.
I mean, that’s THEIR life. THEIR personality. They are the ones who understand the most how to treat themselves. It’s up to them whatever they want to be alone, hangout with their closest friend, go somewhere alone, shouting loudly, even crying alot to relax and calm down themselves after their rough day.
It’s ok if sometimes we feel uncomfortable with their behavior. We just need to talk to them nicely. Try to understand. Respect. They definitely have their own reason that we may not understand.


Once again, respect.

Monday, February 23, 2015

Di Malam Hari Ini

Ya, hari ini! Pukul setengah sebelas malam lebih dua menit.


Kepalaku bagaikan disiram air dingin, ketika pesan singkatmu itu kuterima.


Lega? Ya!
Memang belum sepenuhnya lega, tapi setidaknya si kunyuk bernama Penat - yang tanpa bosan hinggap di kepalaku dan berputar-putar di pikiranku - kini mulai mengangkat sayapnya untuk terbang menjauh.


Dan kini, aku bersyukur ketika tinggal sedikit lagi waktu yang tersisa bagiku untuk menunggu di depan pintumu.


Wah!






Pesanku: aku akan selalu mendukungmu hingga saat itu tiba! :)

Wednesday, February 4, 2015

Goresan Saat si Penat Datang

Sudah terlalu lama aku di sini
Terlalu lama pula terombang-ambing
Berdiri di depan pintumu yang bercelah sedikit, hanya separuh
dan yang tak kunjung terbuka lebar

Ini kali ke delapan aku menanti
Menghabiskan waktu dengan memunguti serpihan rasa pun harapan
Lelah? Mulanya tidak!
Tapi kini aku mulai merasakannya!
Dan kau tak kunjung menemuiku
Malahan kau hanya berteriak dari dalam pintumu, "ketoklah!"

Selalu begitu!

Lalu ia datang
Si kunyuk bernama Penat itu!
Awalnya tak kuhiraukan
Ia hinggap di ujung jari kakiku, kubiarkan
Kemudian ia hinggap di ujung kepalaku!
Membuatku memikirkanmu 
Membuatku ingin berbalik, meninggalkan pintumu

Tolong, tengoklah aku sedikit
karena tingkah si Penat itu semakin menjadi-jadi!
Karena kini ia bukan hanya hinggap, tapi juga berbisik;

"Sampai kapan?"